Sunday

Helm harus SNI ?






Aturan menggunakan helm ber-SNI sudah sering kita dengar belakangan ini. Namun masyarakat masih bingung dan belum tahu helm-helm apa saja yang sudah mengusung standar nasional Indonesia itu.

Padahal mulai tanggal 1 April kemarin pengendara yang tidak menggunakan helm ber-SNI akan dikenai denda hingga Rp 250 ribu.

"Ada banyak sekali helm di pasaran yang sudah SNI, masyarakat tinggal pilih saja," ujar Ketua Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) John Manaf ketika berbicang dengan detikoto, Rabu (31/3/2010).

Lebih lanjut John mengungkapkan hingga kini AIHI telah membawahi delapan perusahaan helm antara lain PT Tara Kusuma Indah, UD Safety Motor, PT Dinaheti Motor Industri, PT Danapersadaraya Motor Industri, PT Mega Karya Mandiri, PT
Inplasco, PT Helmindo Utama serta CV Triona Multi Industri.

"Semua perusahaan tersebut memiliki beberapa merek helm, jadi sebenarnya helm ber-SNI itu sudah banyak, tinggal pilih saja," jelasnya

Berikut merek-merek helm yang sudah ber-SNI :
1. NHK
2. GM
3. VOG
4. MAZ
5. MIX
6. INK
7. KYT
8. MDS
9. BMC
10. HIU
11. JPN
12. BESTI
13. CROSX
14. SMI
15. SHC
16. OTOKOGI
17. CABERG
18. HBC
19. Cargloss Helmet

"Sebentar lagi jumlah itu akan bertambah," ujar John.

Sementara helm-helm bermerek terkenal yang belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain :

1. Nolan
2. Arai
3. AGV
4. Shoei
5. Shark
6. KBC dan lainnya.

Sumber :http://oto.detik. com/read/ 2010/03/31/ 172433/1329682/ 648/daftar- helm-helm- sni

Saturday

Apa yang kamu TABUR, itu yang kamu TUAI



Setelah hari-hari yang melelahkan seminggu ini,saya menyempatkan buat nge-blog lagi...
Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.

"Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.

dengan tersenyum nenek menjawab, "makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya"

"Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.

Nenek melanjutkan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah si cucu.

sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?". "Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas" . Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.

Sobat blogger yang luar biasa…
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.

Tuesday

Menatap Hari Esok


Menatap Hari Esok

Sobat blogger, sebuah proses penting baru saja dilewati bangsa ini. Proses yang melewati masa-masa meletihkan, ditengarai sejuta kecurigaan, dan berakhir dengan keputusan pahit bagi yang sedang berkuasa.

Namun, apa pun yang terjadi, bangsa ini harus mulai menatap ke depan. Menghadapi lawan-lawan tangguh yang terkonsolidasi kuat, sementara di antara kita masih suka berhadap-hadapan. Semoga saja kemelut politik di negeri ini segera berakhir. Menghapus semua amarah dan dendam. Saya ingin mengajak Anda merenungi kisah dua negara, yang satu berhasil keluar dari kemelut dan satunya lagi terbelenggu dalam siklus dendam tiada akhir.

Zimbabwe dan Afrika Selatan

Bapak psikologi positif Seligman pernah membandingkan kedua negara ini. Afrika Selatan adalah negeri apartheid yang kental dengan tetesan darah berceceran. Mereka memenjarakan tokoh kulit hitam Nelson Mandela hampir dalam seluruh usia mudanya. Suasana berubah setelah dunia mulai menaruh perhatian pada masalah human right. Komunisme di era 1980-an bukanlah lagi musuh bagi kapitalisme.

Penindasan terhadap hak asasi manusia, itulah musuh bersama dunia.Pemerintah apartheid terus ditekan dunia dan mereka tak kuasa membendung perlawanan rakyat Afrika Selatan. Mandela pun harus dilepaskan dan apartheidberakhir. Pemerintah kulit putih yang menjalankan prinsip apartheid tentu cemas melepas Mandela.

Dunia usaha sangat khawatir,salah satunya adalah Shell, perusahaan asal Belanda yang sudah mengakar kuat di ujung selatan Afrika yang beriklim sejuk itu. Menjelang pelepasan Mandela, Shell tergopoh-gopoh melepas seluruh kepemilikannya pada jaringan pompa bensin di Afrika Selatan yang kelak dibeli Petronas.

Apa yang dikhawatirkan Shell dan ratusan investor riil asing lainnya di Afrika Selatan? Benar! Mereka khawatir Mandela dan rakyat kulit hitam yang meraih kemerdekaan akan membalas dendam. Begitulah jalan berpikir umum. Mandela bukan hanya membalas, melainkan juga merampas kembali hak-haknya.

Menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Namun, apa yang dilakukan Mandela? Mandela ternyata memilih jalur damai. Persis seperti Megawati yang memaafkan keluarga Soeharto. Ia tidak menuruti kehendak para pengikutnya dengan membalas dendam, melainkan meneruskan apa adanya. Ia mengajak bangsanya keluar dari perilaku buruk balas-membalas. Ia memaafkan lawan-lawan politik seikhlas-ikhlasnya.

Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi di Zimbabwe. Berbeda dengan Mandela yang mengambil jalan damai,Robert Mugabe mengambil jalan memaafkan "abuabu". Maaf oke,tapi proses hukum jalan terus. Ia mewariskan dendam, menangkap lawan-lawan politiknya, dan melakukan nasionalisasi tanpa henti. Lantas apa yang bisa kita lihat dari ekonomi kedua negara itu? Afrika Selatan telah tumbuh menjadi negeri yang stabil dan sejahtera.

Negeri ini sebentar lagi akan menjadi tuan rumah perebutan Piala Dunia sepak bola 2010. Polisi Afrika Selatan bahkan belum lama ini memberikan jaminan negerinya aman bagi semua tim sepak bola asing yang akan berlaga di sana. Saat mengunjungi Afrika Selatan beberapa waktu lalu, saya tidak menyaksikan dendam.

Semua adalah suka cita dan rakyat sibuk mengejar masa depan. Lantas, bagaimana dengan Zimbabwe? Silakan buka mesin pencari data dari komputer atau handphone Anda. Anda akan menemukan fakta-fakta yang sebaliknya. Rusuh, kumuh,konflik, rasa tidak puas, dan seterusnya.

Dendam Politik Ekonomi

Suka atau tidak suka, diakui atau tidak, krisis demi krisis politik yang dialami bangsa ini di era Reformasi erat dengan warna dendam antar para penguasa atau antarbendera yang diwarnai berbagai kepentingan. Budaya malu yang kental di Asia ditambah unsur perasaan yang begitu dominan telah membuat kepemimpinan diwarnai dendam dan amarah.

Selain mudah tersinggung, konon, orang-orang Asia tidak mudah melupakan suatu kejadian yang mempermalukan dirinya. Gesekan- gesekan kecil dapat bermuara menjadi besar. Ditambah dengan tradisi kepatuhan dan ketaatan melakukan tugas demi kemenangan atasan menambah hubungan antarorang dan antarlembaga politik menjadi kompleks.

Saya jadi teringat dengan studi yang dilakukan Stanley Milgram pada 1960-an. Milgran ingin mengetahui apa yang menyebabkan prajurit dan elite Jerman yang cerdas itu begitu patuh terhadap Hitler semasa Perang Dunia II? Milgran melakukan eksperimen dengan menggunakan seseorang yang dilatih bersandiwara. Ia bertindak sebagai orang yang diinterogasi dan bila ia tidak menjawab apa yang diajukan seorang yang dibayar lainnya, ia akan disetrum.

Orang itu dilatih menjadi seorang aktor yang pandai bersandiwara. Padahal, kabel listrik tidak dipasang. Milgram merekrut sejumlah orang yang ditugaskan menjadi interogator. Ia harus menekan seseorang yang dicurigai.Bila ia tidak memberi jawaban,ia akan menaikkan voltage-nya dan orang itu akan mengerang kesakitan (berpura-pura tanpa diketahui interogator) . Milgran hanya ingin tahu seberapa besar "orang bayaran" menjalankan misi yang dibebankan kepadanya.

Dalam bukunya yang berjudul Obedience to Authority, Milgram menyimpulkan, seseorang yang diberi tugas bisa fokus pada perintah dan kehilangan hati nuraninya. Saya tidak tahu seperti apa teman-teman di dunia politik menjalankan misinya. Untuk siapa dan misiapayangdibawa tiaporang? Namun, saya ingin mengatakan, kita bisa saja fokus pada cita-cita dan nasionalisme menggebu-gebu dalam diri kita, tetapi sangat berbahaya bila kita tidak menyadari di balik itu semua ada balas-membalas yang dapat berkelanjutan tiada ujung.

Apa pun yang telah diambil, negeri ini harus mulai berbenah. Stop balas-membalas sampai di sini dan bersatulah! Kita sudah letih menyaksikan pertunjukan yang melemahkan bangsa ini. Mulailah memimpin dengan integritas dan jangan melakukan kecurangan untuk mengantar negeri ini ke hari esok. bagaimana menurut sobat???