Monday

Bermain Cantik Di Tempat Kerja


Setelah sibuk dengan kegiatan Natal dan Taon Baruan, baru bisa nyantai ngeblog lagi. mari di tahun 2010 ini kita semakin baik dan berkarya lagi...

Bermain Cantik Di Tempat Kerja

Sobat blogger, Anda bisa meningkatkan karir dan hubungan kerja dengan perilaku yang Anda perlihatkan sehari-hari di kantor. Terlepas dari latar belakang pendidikan Anda, pengalaman maupun jabatan, jika Anda tidak bisa bergaul dengan baik dengan karyawan lain, Anda tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan kerja Anda.

Hubungan kerja yang efektif merupakan titik awal bagi tercapainya sukses dan kepuasaan atas pekerjaan dan karir Anda. Di samping itu, hubungan kerja yang efektif juga bisa menjadi pijakan bagi atasan untuk mempromosikan dan menaikkan gaji Anda.

Sebuah studi membuktikan bahwa ‘memiliki teman baik di tempat kerja' merupakan satu dari 11 alasan utama yang mendasari seseorang merasa puas dengan pekerjaannya.

Mengingat pentingnya hubungan yang efektif di tempat kerja, berikut 7 tips yang bisa membantu Anda mewujudkan terjalinnya hubungan yang baik dengan teman sekantor.

• Memberikan solusi cemerlang pada saat meeting. Banyak karyawan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengindetifikasi masalah-masalah. Anda bisa datang dengan solusi-solusi yang cemerlang untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan dari teman dan atasan.

• Hindari sejauh mungkin kecenderungan untuk terlalu mudah menudingkan jari ke arah orang lain, ketika tim kerja dihadapkan pada suatu masalah atau gagal mencapai tujuan. Menyalahkan orang lain hanya akan menciptakan musuh. Anda perlu sekutu untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

• Perhatikan bagaimana cara Anda berbicara. Bicara keras, berteriak atau bahkan membentak mungkin memang cukup efektif membuat suara Anda menggema ke seluruh ruangan, sehingga semua teman sekantor Anda mendengar. Tapi pertanyaannya, pantaskah berteriak-teriak di tempat kerja? Jawabnya tentu saja 'tidak', jika menghargai orang lain merupakan nilai yang dijunjung tinggi organisasi Anda.

• Selalu diskusikan masalah, pertama kali, dengan orang yang bersangkutan. Membicarakan masalah seseorang dengan orang lain akan membuat Anda tidak dipercaya oleh teman Anda.

• Penuhi deadline kerja Anda. Dalam sebuah organisasi, setiap pekerjaan saling berkaitan. Kegagalan Anda memenuhi deadline dan komitmen pekerjaan Anda, akan berpengaruh pada (pekerjaan) orang lain. Jika Anda gagal memenuhi komitmen terhadap pekerjaan Anda, pastikan karyawan lain tahu apa yang terjadi.

• Hargai orang-orang yang membantu Anda mencapai tujuan. Seberapa sering Anda berhasil menyelesaikan proyek tertentu tanpa bantuan orang lain? Atau, jika Anda manajer, berapa banyak ide brilian yang Anda promosikan merupakan sumbangan dari bawahan? Luangkan waktu dan perhatian khusus untuk mengucapkan terimakasih, bersikap menghargai dan mengakui orang-orang yang membantu Anda mencapai tujuan.

• Bantu orang lain menemukan potensinya. Setiap karyawan memiliki bakat, keterampilan dan pengalaman. Jika Anda bisa membantu orang lain menemukan apa yang terbaik dari dirinya, dan satu sama lain melakukan hal yang sama, bayangkan betapa besar dampaknya bagi kemajuan perusahaan. Dan, Anda tidak harus menjadi manajer untuk membantu menciptakan lingkungan yang memotivasi karyawan.

Dengan mempraktekkan tips di atas, semoga hubungan kerja yang efektif akan tercipta di lingkungan kantor Anda: karyawan lain menghargai Anda sebagai kolega dan bos percaya, Anda telah bermain secara benar dalam tim. Target dan tujuan kerja Anda tercapai, dan pada saat yang bersamaan Anda mendapatkan kesenangan, pengakuan dan motivasi diri.

Selamat mencoba.

4 Kualitas dari Seorang Sahabat



4 Kualitas dari Seorang Sahabat

Banyak orang merasa bahwa mereka memiliki banyak teman tetapi tidak semua teman yang mereka miliki tersebut adalah sahabat dekat. Ada kualitas dari seorang teman yang dapat dikatakan sebagai sahabat dekat.

1. Mereka harus bisa menerima Anda.
Seorang sahabat harus mau menerima apapun yang dimiliki oleh sahabatnya dan tulus dalam menjalin persahabatan dengan Anda.

2. Mereka harus jujur kepada Anda.
Jika ada sesuatu hal yang mengganjal dihati lebih baik mengatakannya dengan terus terang, atau jika Anda merasa tidak nyaman untuk membicarakan suatu masalah lebih baik mengatakan padanya bahwa Anda sedang tidak ingin membicarakannya.

3. Harus mau saling mengunjungi.
Jika Anda atau teman Anda tidak pernah saling mengunjungi maka pertemanan yang Anda berdua miliki bukanlah pertemanan dekat.

4. Selalu ada saat dibutuhkan.
Bersedia memberikan pertolongan dengan segera saat seseorang membutuhkan, meminjamkan uang tanpa mempertanyakan kapan mereka bisa mendapatkannya kembali saat seseorang dalam kesulitan, mengantarkan dengan senang kemana Anda ingin pergi, dan tidak berpikir lama ketika Anda memintanya datang pada Anda.

Apakah Anda dan juga teman-teman Anda memiliki empat kualitas tersebut? Jika ya, bisa jadi Anda telah menemukan sahabat sejati Anda. Amsal 17:17 - Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Sunday

GAJI PAS-PASAN, MUNGKINKAH MENABUNG DAN BERINVESTASI?


GAJI PAS-PASAN, MUNGKINKAH MENABUNG DAN BERINVESTASI?

Jika sobat blogger karyawan swasta, terus gajinya pas-pasan, minggu kedua udah bingung cari pinjaman karena tabungan sudah menipis, apa lagi jika 'tanggal tua' pasti semakin bingung kan.
Nah, pernah berpikir ngga untuk mengambil asuransi jiwa dan berinvestasi?
Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan memisahkan dulu antara asuransi jiwa dan investasi. Ini perlu karena sebetulnya ada banyak pilihan produk yang bisa sobat pilih, baik itu berupa paket seperti asuransi jiwa + investasi, maupun asuransi jiwa dan investasi secara
terpisah. Asuransi jiwa + investasi hanya saya sarankan kalau sobat perlu keduanya dan ingin lebih praktis.

Untuk asuransi jiwa, yang harus menjadi pertimbangan adalah apakah sobat punya tanggungan nafkah atau tidak? Artinya, apakah sobat punya istri, anak, orangtua, atau mungkin adik yang saat ini sepenuhnya mengandalkan nafkah dari Anda? Jika ya, maka Anda perlu asuransi jiwa. Pertanyaan kedua, apakah sobat mendapatkan asuransi jiwa yang
memadai dari perusahaan tempat sobat bekerja? Jika ya, maka sobat tidak perlu lagi mengambil asuransi jiwa. Tapi jika tidak, sobat jelas perlu membeli asuransi jiwa sendiri.

Sekarang mengenai investasinya. Saya menawarkan sobat dua pilihan kalimat sebagai berikut: ''Karena gaji pas-pasan, maka saya tidak usah berinvestasi' ', ''Karena tabungan tipis, maka saya tidak perlu lagi berinvestasi' ', ''Karena tidak bisa berhemat, maka saya tidak usah berinvestasi' ' atau kalimat berikut: ''Justru karena gaji pas-pasan maka saya perlu investasi untuk masa depan karena tidak bisa hanya mengandalkan gaji saja'', ''Justru karena tabungan saya tipis, maka saya perlu menambah tabungan saya'', ''Justru karena saya tidak bisa berhemat, maka saya perlu strategi baru untuk berinvestasi' '.Jika sobat memilih kalimat yang kedua, maka saya sangat sarankan sobat memiliki tabungan rutin setiap bulan, dan melakukan investasi untuk kepentingan masa depan sobat.

Prioritas Anda sekarang adalah mengisi tabungan Anda sampai jumlahnya sekitar 3 sampai 6 kali dari penghasilan Anda. Setelah itu tercapai, maka prioritas selanjutnya adalah berinvestasi dalam arti uang simpanan Anda tidak hanya menganggur di rekening bank.Tapi, bagaimana caranya? Kalau sobat sendiri mengatakan sulit untuk berhemat, dalam arti sulit menyisakan uang untuk ditabung atau diinvestasikan, maka paradigma menabung sobat perlu diubah.

Caranya? Yaitu dengan menabung di awal, dan bukan menunggu sisa. Dengan cara ini, mungkin sobat akan selalu punya uang untuk ditabung. Beda halnya kalau menunggu sisa di akhir bulan, tentunya lebih sulit karena banyak godaan untuk berbelanja dan menghabiskan uang. Nah, mengenai asuransi + investasi, silakan Anda ambil jika Anda memang perlu asuransinya seperti saya jelaskan di atas. Dengan cara ini Anda akan 'dipaksa' untuk berinvestasi secara rutin karena 'ditagih' dalam bentuk premi. Biasanya sih, kita akan lebih disiplin ketika ditagih oleh orang lain daripada ditagih oleh diri sendiri.